Matematika · Bab 5 · Materi 2

Arti Kesebangunan

Foto yang diperbesar tetap terlihat pas, tapi kalau ditarik sembarangan jadi gepeng. Kesebangunan menjelaskan bedanya.

Dua bangun disebut sebangun jika bentuknya sama meski ukurannya berbeda. Syaratnya ada dua: sudut-sudut yang bersesuaian sama besar, dan sisi-sisi yang bersesuaian memiliki rasio yang sama. Foto yang diperbesar secara proporsional menghasilkan bangun yang sebangun dengan aslinya.

Rasio antara sisi-sisi yang bersesuaian disebut faktor skala. Jika sebuah foto 4×64 \times 6 diperbesar menjadi 8×128 \times 12, faktor skalanya adalah 84=2\frac{8}{4} = 2, dan hal yang sama berlaku untuk sisi lain: 126=2\frac{12}{6} = 2. Karena rasionya sama, kedua foto sebangun.

Kalau rasio sisi-sisinya tidak sama, bangun menjadi tidak sebangun dan gambar terlihat gepeng atau melar. Misalnya foto 4×64 \times 6 ditarik menjadi 8×108 \times 10 tidak sebangun, karena 84=2\frac{8}{4} = 2 tetapi 1062\frac{10}{6} \neq 2. Inilah yang membuat gambar tampak terdistorsi.

Kesebangunan bisa dipakai untuk mencari panjang yang belum diketahui. Jika dua bangun sebangun dan kita tahu tiga sisi serta satu sisi yang dicari, susun perbandingan lalu selesaikan dengan perkalian silang. Misalnya x6=84\frac{x}{6} = \frac{8}{4} memberi x=12x = 12.

Konsep ini dipakai untuk menghitung tinggi pohon dari bayangannya, memperbesar denah, atau membuat maket. Dengan kesebangunan, ukuran benda besar bisa diperkirakan tanpa mengukurnya langsung, cukup lewat perbandingan.

Kuis: Arti Kesebangunan

3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”

Soal 1

Foto 4×64 \times 6 diperbesar menjadi 8×128 \times 12. Faktor skalanya adalah ...

Soal 2

Syarat dua bangun sebangun adalah ...

Soal 3

Jika x6=84\frac{x}{6} = \frac{8}{4}, maka x=x = ...