Matematika · Bab 5 · Materi 3

Kesebangunan pada Segitiga

Segitiga punya aturan kesebangunan yang sangat kuat — sampai bisa dipakai mengukur tinggi gedung tanpa memanjatnya.

Dua segitiga sebangun jika sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. Cukup dua pasang sudut yang sama, karena jumlah sudut segitiga selalu 180180^\circ, sehingga sudut ketiga otomatis sama. Kriteria ini disebut sudut-sudut atau disingkat sd-sd.

Pada segitiga sebangun, sisi-sisi yang bersesuaian memiliki rasio yang tetap. Jika segitiga ABCABC sebangun dengan segitiga DEFDEF, maka ABDE=BCEF=ACDF\frac{AB}{DE} = \frac{BC}{EF} = \frac{AC}{DF}. Rasio yang sama inilah kunci untuk mencari panjang sisi yang belum diketahui.

Salah satu penerapan paling terkenal adalah mengukur tinggi benda lewat bayangan. Sebuah tongkat setinggi 11 m memberi bayangan 22 m, sedangkan pohon memberi bayangan 1010 m pada saat yang sama. Karena kedua segitiga sebangun, tinggi pohon10=12\frac{\text{tinggi pohon}}{10} = \frac{1}{2}, sehingga tinggi pohon adalah 55 m.

Untuk menyelesaikan soal segitiga sebangun, pasangkan sisi-sisi yang bersesuaian dengan benar lalu susun perbandingannya. Misalnya jika x9=46\frac{x}{9} = \frac{4}{6}, maka 6x=366x = 36, sehingga x=6x = 6. Ketelitian memasangkan sisi sangat menentukan kebenaran jawaban.

Prinsip ini dimanfaatkan surveyor untuk mengukur lebar sungai, tinggi menara, atau jarak yang sulit dijangkau. Dengan segitiga sebangun, pengukuran yang mustahil dilakukan langsung menjadi mungkin lewat perbandingan sederhana.

Kuis: Kesebangunan pada Segitiga

3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”

Soal 1

Dua segitiga pasti sebangun jika ...

Soal 2

Tongkat 11 m berbayang 22 m, pohon berbayang 1010 m. Tinggi pohon adalah ...

Soal 3

Jika x9=46\frac{x}{9} = \frac{4}{6}, maka x=x = ...