IPS · Bab 2 · Materi 2

Pembiasaan Diri untuk Melestarikan Lingkungan

Menjaga lingkungan tidak harus menunggu dewasa, karena kebiasaan kecilmu hari ini bisa menyelamatkan bumi.

Pelestarian lingkungan hidup adalah usaha menjaga kondisi alam agar tetap baik dan mampu mendukung kehidupan secara terus-menerus. Tujuannya sederhana, yaitu memastikan sumber daya alam tetap ada untuk dinikmati sampai kapan pun. Buku ini membahas tiga jenis pelestarian, yaitu pelestarian sumber daya udara, air, dan tanah. Dari ketiganya, kamu bisa memulai dari hal-hal kecil di rumah dan sekolah.

Masalah udara yang paling dekat denganmu adalah polusi dari bahan bakar fosil. Kendaraan bermotor mengeluarkan emisi karbon yang bikin napas sesak dan udara terasa tidak segar. Di tingkat dunia, efeknya bahkan sampai mencairkan es di kutub dan memicu pemanasan global. Karena itu, pemerintah mulai menggalakkan kendaraan berbahan bakar gas dan listrik, seperti bus umum di Jakarta yang sudah memakai gas.

Kamu sebagai pelajar juga punya peran untuk mencegah pencemaran udara. Caranya simpel, misalnya tidak merokok dan tidak membakar sampah. Rajin menanam pohon juga penting, karena pohon menghasilkan oksigen yang membuat udara lebih bersih. Selain itu, biasakan memakai transportasi umum saat bepergian, dan sarankan keluargamu mempertimbangkan kendaraan listrik.

Air adalah sumber kehidupan, dan pastinya kita semua berharap sungai di sekitar bersih, sehat, bahkan bisa diminum. Sayangnya, banyak sungai di Indonesia tercemar sampah, limbah rumah tangga, dan limbah industri, sampai ikan saja susah hidup di dalamnya. Upaya pelestariannya bisa berupa menjaga sumber air, membuat sumur resapan agar air hujan tersimpan di tanah, menjalankan program kali bersih, sampai menindak tegas orang yang membuang limbah ke sungai. Kamu juga bisa ikut berkontribusi, misalnya membuang sampah pada tempatnya, tidak membuang cat atau produk pembersih beracun ke saluran air, dan memilih sabun atau detergen yang ramah lingkungan.

Tanah juga butuh perhatian, lho. Dulu Indonesia pernah berhasil swasembada beras, tetapi petani banyak memakai pupuk kimia secara berlebihan. Akibatnya, tanah yang tadinya subur jadi tidak produktif karena unsur haranya berkurang. Masalah sampah juga memperparah keadaan, karena timbunan sampah di pembuangan akhir mengeluarkan cairan yang meresap ke tanah dan membuatnya bau serta tidak subur.

Untuk memperbaiki tanah, kita bisa memakai pupuk organik yang jauh lebih aman daripada pupuk kimia. Ada juga cara canggih bernama bioremediasi, yaitu membersihkan tanah yang tercemar dengan bantuan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri yang mengubah zat pencemar menjadi bahan tidak beracun. Kamu bisa mencegah pencemaran tanah dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi plastik sekali pakai, dan memakai barang yang bisa dipakai ulang. Kalau mau lebih keren, coba berkebun organik di rumah, karena dari kebiasaan kecil itulah lingkungan kita tetap lestari.

Kuis: Pembiasaan Diri untuk Melestarikan Lingkungan

3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”

  1. Tanah yang tercemar bisa dibersihkan dengan bantuan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri yang mengubah zat pencemar menjadi bahan tidak beracun. Cara ini disebut...

  2. Berikut ini yang merupakan cara pelajar mencegah pencemaran udara adalah...

  3. Pelestarian lingkungan hidup dalam buku ini membahas tiga jenis sumber daya. Ketiganya adalah...