IPS · Bab 2 · Materi 1

Berkenalan dengan Lingkungan Sekitar

Alam dan manusia ternyata saling membutuhkan, dan di materi ini kamu akan diajak berkenalan dengan keduanya, mulai dari kisah bumi yang sudah berumur miliaran tahun sampai kebiasaan masyarakat di sekitarmu.

Pernahkah kamu berpikir dari mana nasi, baju, dan rumahmu berasal? Semuanya diolah dari alam yang setia menopang hidup manusia. Nah, pernahkah juga terlintas pertanyaan, sudah berapa tua bumi yang kita pijak ini? Para ilmuwan memperkirakan umurnya sekitar 2,5 miliar tahun berdasarkan temuan-temuan geologis.

Usia sepanjang itu tidak langsung dihuni manusia. Pada zaman paling awal, Arkaekum, bumi masih panas dan belum stabil, jadi belum ada tanda kehidupan sama sekali. Lalu datang Paleozoikum selama 340 juta tahun dengan munculnya makhluk hidup, disusul Mesozoikum sekitar 140 juta tahun lalu saat dinosaurus punah dan burung serta mamalia mulai bermunculan. Terakhir ada Neozoikum yang terbagi menjadi zaman Tersier, ketika mamalia berkembang pesat, dan zaman Kuarter, masa penting ketika manusia mulai muncul.

Namun bumi tidak diam saja. Sekarang ini bumi sedang mengalami pemanasan global akibat efek rumah kaca, polusi udara, polusi air, dan polusi tanah. Interaksi manusia dengan alam memang ada sisi baiknya, misalnya logam tambang diolah menjadi kendaraan bermotor, tapi ada juga sisi buruknya berupa pencemaran. Contoh nyata pencemaran udara terlihat di Jakarta yang kualitas udaranya sempat buruk hingga pekerja disarankan bekerja dari rumah, dan partikel gas seperti CO2 serta SOx bisa memicu penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis.

Pencemaran air juga tidak kalah serius. Limbah pabrik, limbah rumah tangga, dan bom ikan membuat zat beracun menumpuk di sungai, air sumur jadi tidak layak minum, dan alga bisa meledak populasinya sehingga kadar oksigen menurun. Ikan yang hidup di perairan tercemar pun bisa mengandung racun yang membahayakan tubuh manusia. Di darat, sampah yang sulit terurai membuat tanah kehilangan unsur hara, sementara pestisida yang dipakai berlebihan hanya sekitar dua puluh persennya mengenai hama dan sisanya mencemari tanah.

Selain alam, kamu juga perlu berkenalan dengan manusia di sekitarmu. Masyarakat itu tidak pernah diam, cara berpikir, perilaku, dan alat-alat hidupnya selalu berubah, dan perubahan inilah yang disebut dinamika sosial. Penyebabnya bisa datang dari dalam, seperti bertambah atau berkurangnya penduduk, konflik, dan revolusi, atau dari luar seperti bencana alam dan peperangan. Contoh gampangnya, dulu Tugu Jogja hanya dilewati sepeda ontel dan televisi berbentuk tabung, sekarang tempat itu ramai wisatawan dan TV sudah tipis serta pintar.

Terakhir, kamu akan berkenalan dengan budaya atau kebiasaan masyarakat daerah. Budaya itu semua ide, keyakinan, perilaku, dan produk yang dipelajari manusia saat hidup bersama, dan tiap daerah punya caranya sendiri. Adat pernikahan di Sumatra Barat bisa terasa asing bagi orang Jawa, dan cara mengasuh anak di pesisir Sulawesi beda dengan di pedalaman Papua. Kalau kamu tiba-tiba dihadapkan pada cara hidup yang asing, jangan kaget dulu, namanya culture shock, dan ingatlah bahwa kebiasaan itu justru membuat orang merasa aman dan normal.

Kuis: Berkenalan dengan Lingkungan Sekitar

3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”

  1. Menurut perkiraan para ilmuwan, kira-kira berapa umur bumi yang kita pijak?

  2. Pada zaman apakah manusia mulai muncul di bumi?

  3. Rina baru pindah ke daerah dengan adat dan kebiasaan yang sangat berbeda dari kampung halamannya. Ia merasa kaget dan asing dengan cara hidup di sana. Perasaan yang dialami Rina disebut...