IPS · Bab 1 · Materi 6

Interaksi Sosial

Setiap hari kamu pasti bertegur sapa, bercanda, atau sekadar bertukar kabar — sadar atau tidak, itulah interaksi sosial yang sedang berjalan.

Manusia itu makhluk sosial, artinya kita tidak bisa hidup sendiri. Sejak lahir, kita sudah berhubungan dengan orang lain, mulai dari keluarga, lalu teman, sampai masyarakat luas. Hubungan yang saling memengaruhi antara satu orang dengan orang lain, atau antarkelompok, itulah yang disebut interaksi sosial. Interaksi ini bersifat dinamis, artinya terus bergerak dan berubah sepanjang waktu.

Supaya interaksi sosial bisa terjadi, ada dua syarat yang harus dipenuhi. Syarat pertama adalah kontak sosial, yaitu adanya hubungan atau sentuhan antara dua pihak. Kontak bisa terjadi langsung, misalnya kalian bertemu dan mengobrol di tempat yang sama. Bisa juga tidak langsung, misalnya lewat telepon atau media sosial.

Syarat kedua adalah komunikasi, yaitu proses menyampaikan dan menerima pesan atau ide dari satu pihak ke pihak lain. Komunikasi ada dua bentuk: verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal memakai lisan dan tulisan, sedangkan nonverbal memakai simbol seperti gestur tubuh atau bahasa isyarat. Yang terpenting, penerima pesan memberi tafsiran lalu bereaksi terhadap pesan yang diterimanya.

Interaksi sosial dibagi menjadi dua bentuk besar: asosiatif dan disosiatif. Asosiatif mengarah ke persatuan, contohnya kerja sama seperti gotong royong di kampung. Ada juga akomodasi, yaitu upaya meredakan pertentangan, misalnya ketua RT yang memediasi warga yang berselisih soal usaha peternakan ayam. Lalu ada akulturasi, saat dua kebudayaan berbeda berpadu menjadi budaya baru tanpa menghilangkan budaya aslinya.

Kebalikannya, interaksi disosiatif mengarah ke perpecahan. Bentuknya ada persaingan, seperti dua tim sepak bola yang berlomba memenangkan pertandingan tanpa kekerasan. Ada juga kontravensi, yaitu rasa tidak percaya atau tidak suka pada pihak lain yang disembunyikan. Terakhir, ada pertentangan atau konflik, yang biasanya disertai ancaman dan kekerasan untuk menyingkirkan lawan.

Jadi, interaksi sosial itu ada di mana-mana, dari yang menyatukan sampai yang memecah belah. Kamu bisa menemukannya di rumah, di sekolah, sampai di lingkungan sekitar. Memahami bentuk-bentuknya bikin kita lebih bijak bergaul. Yang menyatukan kita jaga, yang memecah belah kita hindari.

Kuis: Interaksi Sosial

3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”

  1. Hubungan yang saling memengaruhi antara satu orang dengan orang lain atau antarkelompok disebut ....

  2. Agar interaksi sosial dapat terjadi, ada dua syarat yang harus dipenuhi, yaitu ....

  3. Gotong royong membersihkan kampung termasuk contoh interaksi sosial berbentuk ....