Bagian-Bagian Surat
Surat resmi itu seperti formulir: setiap bagian punya tempatnya sendiri. Salah taruh, suratmu jadi berantakan.
Surat resmi terdiri atas bagian-bagian yang tersusun rapi. Bagian pertama adalah kepala surat atau kop surat. Kepala surat berisi nama lembaga, alamat, dan logo. Kepala surat biasanya hanya ada di surat resmi yang dikeluarkan lembaga.
Setelah kepala surat ada nomor surat, lampiran, dan perihal. Nomor surat adalah urutan administrasi surat. Lampiran menyebutkan jumlah berkas yang disertakan. Perihal adalah inti pokok surat yang ditulis singkat.
Berikutnya adalah tanggal surat dan alamat tujuan. Tanggal ditulis lengkap, misalnya '15 Agustus 2026'. Alamat tujuan ditulis dengan jelas, diawali kata 'Yth.' dan diakhiri nama penerima.
Salam pembuka dan isi surat menyusul setelahnya. Salam pembuka untuk surat resmi biasanya 'Dengan hormat'. Isi surat disusun dalam paragraf yang jelas, menguraikan maksud dan tujuan surat.
Di bagian akhir ada salam penutup, nama pengirim, dan tanda tangan. Salam penutup resmi biasanya 'Hormat saya' atau 'Hormat kami'. Nama pengirim ditulis lengkap, dan tanda tangan ditempatkan di atasnya.
Surat pribadi tidak wajib memakai semua bagian itu. Surat pribadi cukup memuat tanggal, alamat tujuan, salam pembuka, isi, salam penutup, dan nama pengirim. Bagian seperti nomor surat dan lampiran tidak diperlukan.