Hubungan Dua Garis: Sejajar dan Tegak Lurus
Dua garis bisa berjalan beriringan tanpa pernah bertemu, atau berpotongan membentuk sudut siku-siku. Gradien mereka menyimpan rahasianya.
Dua garis dikatakan sejajar jika keduanya tidak pernah berpotongan meski diperpanjang tanpa batas. Syaratnya adalah kedua garis memiliki gradien yang sama, yaitu . Contohnya garis sejajar dengan karena keduanya bergradien , hanya berbeda titik potongnya.
Dua garis dikatakan tegak lurus jika berpotongan membentuk sudut . Syaratnya adalah hasil kali kedua gradiennya sama dengan negatif satu, yaitu . Contohnya garis bergradien tegak lurus dengan garis bergradien karena .
Untuk mencari gradien garis yang tegak lurus terhadap garis lain, kita cari kebalikan berlawanan tandanya. Jika sebuah garis bergradien , maka garis yang tegak lurus dengannya bergradien . Kebalikan dari tiga adalah sepertiga, dan tandanya dibalik menjadi negatif.
Sebagai contoh penerapan, tentukan persamaan garis yang sejajar dengan dan melalui titik . Karena sejajar, gradiennya juga . Dengan titik potong sumbu di , persamaannya menjadi . Konsep sejajar membuat penentuan gradien menjadi langsung.
Memahami hubungan sejajar dan tegak lurus banyak dipakai dalam geometri dan desain. Arsitek memakainya untuk memastikan dinding sejajar atau sudut siku-siku, sedangkan dalam grafik komputer konsep ini dipakai untuk menghitung arah dan pantulan. Gradien menjadi kunci untuk memahami hubungan antar garis.