Masyarakat Majemuk untuk Mewujudkan Integrasi Bangsa
Bayangkan sebuah panggung raksasa tempat tari saman dari Aceh tampil berdampingan dengan parade busana adat dari 38 provinsi — itulah gambaran kecil dari masyarakat majemuk Indonesia.
Masyarakat majemuk adalah masyarakat yang terdiri atas banyak kelompok dengan latar belakang suku, budaya, agama, dan ras yang berbeda. Keragaman semacam ini bukan halangan, melainkan kekayaan yang berharga bagi kehidupan bersama. Indonesia sejak lama dikenal sebagai masyarakat majemuk karena banyak suku bangsa hidup berdampingan di dalamnya. Meski setiap kelompok punya cara hidup dan nilai yang berbeda, perbedaan itu justru menjadi kesempatan untuk saling belajar dan menghargai.
Indonesia membuktikan bahwa keragaman bisa menjadi kekuatan selama semua orang memegang semangat Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Dengan saling menghormati, bekerja sama, dan menjunjung nilai persatuan, bangsa ini terus membangun kehidupan yang harmonis dan berkeadilan. Keberhasilan merawat kebinekaan bahkan membuat Indonesia dijadikan contoh dunia dalam membangun harmoni di tengah perbedaan. Salah satunya lewat toleransi dan keselarasan antarkelompok masyarakat maupun umat beragama.
Menurut Elly M. Setiadi dan Usman Kolip, masyarakat majemuk memiliki sejumlah ciri khas. Pertama, terdapat kelompok-kelompok dengan kebudayaan yang berbeda, mulai dari adat istiadat, bahasa, agama, sampai cara berpakaian, yang juga terlihat dalam bidang politik. Kedua, struktur sosialnya terdiri atas lembaga-lembaga yang berdiri sendiri seperti keluarga, pendidikan, agama, dan ekonomi yang tidak selalu saling melengkapi. Ketiga, sering terjadi kesulitan mencapai kesepakatan bersama terhadap nilai-nilai dasar karena perbedaan cara pandang antarkelompok.
Ciri berikutnya, masyarakat majemuk menyimpan potensi konflik sekaligus kemampuan untuk menciptakan integrasi. Perbedaan kepentingan dan sudut pandang memang bisa menimbulkan ketegangan, tetapi jika ada persamaan tujuan, kelompok-kelompok yang berbeda mampu bersatu secara sukarela maupun melalui aturan bersama. Terakhir, sering ada dominasi kelompok tertentu dalam bidang politik. Pada masa lalu satu partai bisa mendominasi sistem politik nasional, tetapi kini kekuatan politik lebih tersebar dan pemerintahan diisi wakil dari berbagai latar belakang.
Integrasi nasional Indonesia tidak terbentuk tiba-tiba, melainkan melewati perjalanan panjang. Sejak abad ke-7, Kerajaan Sriwijaya dan kemudian Majapahit pada abad ke-13 sudah berupaya menyatukan berbagai kelompok etnis dan wilayah. Sayangnya, penyatuan saat itu banyak dilakukan lewat penaklukan sehingga integrasinya bersifat semu dan mudah runtuh. Kesadaran untuk benar-benar bersatu mulai tumbuh ketika masyarakat merasakan nasib yang sama sebagai bangsa yang dijajah, terutama setelah mendapatkan akses pendidikan.
Dari kesadaran itu lahir organisasi pergerakan seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Partai Nasional Indonesia, yang berpuncak pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 — tonggak penting yang menyatakan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia. Bahasa Indonesia kemudian diakui sebagai bahasa pemersatu, dan puncak perjuangan itu adalah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Meski pascakemerdekaan sempat muncul berbagai dinamika dan tantangan, lewat dialog, budaya, dan semangat persatuan, Indonesia tetap mampu merawat kesatuan di tengah keberagaman hingga hari ini.
Kuis: Masyarakat Majemuk untuk Mewujudkan Integrasi Bangsa
3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”
Masyarakat yang terdiri atas berbagai kelompok dengan latar belakang suku, budaya, agama, dan ras berbeda disebut ....
Semboyan yang menjadi pedoman persatuan dalam keberagaman bangsa Indonesia adalah ....
Tonggak penting integrasi nasional yang menyatakan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa adalah ....