Bab 1 | Kelas 9 | IPS

Perdagangan Internasional

Pernah kepikiran nggak, kenapa di sekelilingmu banyak banget barang buatan luar negeri?

Itu semua terjadi karena adanya perdagangan internasional, yaitu kegiatan tukar-menukar barang dan jasa antarnegara. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat biasa dari dua negara yang berbeda, asalkan ada kesepakatan bersama, dan tujuannya sederhana: cari untung. Ada dua kegiatan utamanya, yaitu ekspor dan impor. Ekspor artinya menjual barang ke luar negeri, pelakunya disebut eksportir, sedangkan impor artinya membeli barang dari negara lain dan pelakunya disebut importir.

Kenapa negara harus saling berdagang? Soalnya nggak ada negara yang bisa memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Faktor yang paling utama adalah perbedaan sumber daya alam, contohnya Indonesia jago bikin tempe tapi tetap harus impor kedelai sebagai bahan bakunya. Kemampuan tiap negara menghasilkan barang juga beda-beda, begitu juga biaya produksinya, seperti Jepang yang lebih memilih impor kopi karena menanamnya di sana terlalu mahal. Meningkatnya pendapatan masyarakat dan perbedaan teknologi juga ikut mendorong perdagangan, dan negara yang teknologinya ketinggalan bisa maju lewat alih teknologi.

Sayangnya, nggak semua negara bisa leluasa berdagang. Ada faktor penghambat, misalnya kebijakan proteksi yang membatasi barang impor demi melindungi industri dalam negeri. Negara yang sedang perang atau tidak stabil secara ekonomi dan politik juga susah diajak bertransaksi, seperti konflik Palestina dan Israel yang membuat aliran barang tersendat. Minimnya sarana transportasi antarnegara, seperti pelabuhan internasional dan penerbangan kargo yang nggak memadai, juga bikin pengiriman barang jadi lambat.

Kalau berjalan lancar, perdagangan internasional membawa banyak dampak positif. Negara bisa mendapat barang yang nggak bisa diproduksi sendiri, dan hubungan antarnegara yang saling membutuhkan biasanya jadi makin erat sampai terjalin persahabatan, seperti Indonesia dengan Malaysia. Keuntungan juga mengalir ke eksportir dan pemerintah lewat pajak, sementara pasar produk dalam negeri makin luas dan teknologinya ikut maju. Ujung-ujungnya, lapangan pekerjaan bertambah dan pertumbuhan ekonomi ikut terdorong.

Tapi ada juga sisi gelapnya. Produksi dalam negeri bisa menurun karena kalah bersaing dengan barang impor yang lebih murah, seperti yang dialami perajin tekstil Indonesia. Negara juga bisa jadi terlalu bergantung pada impor bahan baku, dan industri kecil sulit berkembang karena modalnya terbatas untuk bersaing dengan perusahaan besar.

Supaya nggak terlalu bergantung pada negara lain, dibuatlah kebijakan perdagangan internasional yang bertujuan melindungi industri dalam negeri. Bentuknya bermacam-macam, ada tarif, kuota, dumping, subsidi, dan diskriminasi harga. Contohnya, Amerika Serikat menetapkan tarif 19 persen untuk barang impor dari Indonesia, dan Indonesia sendiri menetapkan kuota impor beras sebanyak 3,6 juta ton. Di sisi lain, ada juga kebijakan perdagangan bebas yang justru menghapus hambatan dagang, seperti AFTA di kawasan Asia Tenggara.

Kuis: Perdagangan Internasional

3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”

  1. Kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri disebut ....

  2. Berikut ini yang termasuk faktor penghambat perdagangan internasional adalah ....

  3. Kebijakan membatasi jumlah barang impor yang masuk disebut ....