IPS · Bab 4 · Materi 3

Pemberdayaan Masyarakat

Uang bukan segalanya, tapi cara kamu mengelolanya bisa menentukan masa depanmu.

Kamu pasti sudah tidak asing dengan uang, kan? Uang adalah alat pembayaran yang sah untuk bertransaksi dan diakui di suatu wilayah. Semua orang butuh uang untuk memenuhi kebutuhan, dan uang didapat dari bekerja atau menyediakan faktor produksi, seperti tenaga atau barang. Masalahnya, kebutuhan manusia tidak ada habisnya, sementara pendapatan kadang lebih kecil daripada kebutuhan dan keinginan. Akibatnya, banyak orang memilih jalan pintas dengan meminjam uang, padahal kalau terus-menerus berutang tanpa ada tambahan penghasilan, masalah keuangan justru makin parah.

Sebelum ada uang, masyarakat dulu memakai sistem barter, yaitu tukar-menukar barang untuk saling memenuhi kebutuhan. Sayangnya, barter sering gagal karena keinginan orang terhadap barang berbeda-beda dan sulit menentukan nilai tukar yang adil, sehingga muncullah uang sebagai solusinya. Di Indonesia ada dua jenis uang: uang kartal yang dikeluarkan pemerintah berupa logam dan kertas, serta uang giral yang berupa simpanan di bank dan bisa diambil pakai cek, giro, atau surat perintah bayar. Soal pendapatan, ada juga yang namanya Hukum Engel: makin kecil pendapatan seseorang, makin besar bagian yang habis untuk konsumsi, sedangkan makin besar pendapatannya, makin banyak yang bisa dialihkan ke tabungan.

Tabungan dan investasi itu dua hal yang berbeda, lho. Tabungan hanya menyimpan uang yang tidak dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan investasi bertujuan menambah nilai uang lewat keuntungan, dividen, atau bunga. Kalau kamu ingin mulai dengan modal kecil, ada reksa dana yang bisa dimulai dari Rp10.000,00 atau emas mulai 1 gram sampai ukuran minigold, tapi hati-hati dengan investasi ilegal yang menjanjikan untung besar dalam waktu singkat, menyembunyikan informasi perusahaan, atau dipromosikan artis. Menabung di bank juga lebih aman daripada di rumah karena tabunganmu dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sampai 2 miliar rupiah, dan menabung melatih hidup hemat serta menyiapkan dana untuk hal mendesak.

Supaya uangmu tidak salah kelola, kamu butuh literasi keuangan, yaitu pengetahuan untuk mengambil keputusan keuangan yang tepat. Hasil survei SNLIK 2022 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia baru 49,68 persen, jauh di bawah angka inklusi 85,10 persen, artinya banyak orang yang bisa mengakses produk keuangan tapi belum pintar mengelolanya. Karena literasi yang rendah, banyak masyarakat terjebak pinjaman online, pay later, judi online, hingga investasi bodong, bahkan pernah ada kasus bunuh diri karena terlilit utang. Remaja juga gampang belanja mendadak karena pengaruh influencer dan kemudahan transaksi digital, padahal dengan bekal literasi yang kuat kamu bisa menabung, berinvestasi, bahkan mulai belajar berwirausaha sejak dini.

Kabar baiknya, masalah keuangan bisa diatasi dengan pengelolaan keuangan keluarga, yaitu kegiatan merencanakan, mengatur, dan mengendalikan uang untuk konsumsi, tabungan, dan investasi. Langkahnya dimulai dari menyusun tujuan keuangan jangka pendek, menengah, dan panjang, mencatat pendapatan rutin setiap bulan, sampai menyusun rencana pengeluaran berdasarkan skala prioritas. Di sinilah kamu harus bisa membedakan kebutuhan dan keinginan: kebutuhan wajib dipenuhi karena menyangkut kelangsungan hidup, sedangkan keinginan hanya bonus yang dipengaruhi lingkungan dan selera. Ada juga model pengelolaan yang bisa dicoba, seperti sistem amplop yang membagi uang sesuai rencana pengeluaran, buku kas harian yang mencatat semua pemasukan dan pengeluaran, atau sistem kas keluarga yang mengelompokkan pengeluaran tetap, harian, dan tak terduga.

Terakhir, urusan uang ini dimudahkan oleh lembaga keuangan yang ada di sekitar kita, seperti bank, koperasi, dan pegadaian. Bank menghimpun tabungan dan menyalurkan pinjaman, koperasi simpan pinjam menawarkan bunga rendah untuk para anggotanya, dan pegadaian bisa memberi pinjaman dengan jaminan barang tanpa harus menjualnya. Di era digital sekarang, kamu juga bisa belanja daring, memesan makanan, sampai konsultasi dokter lewat aplikasi, dan ekonomi digital ini membuka banyak pekerjaan baru seperti pengembang perangkat lunak dan analis data. Karena itu, peranmu sebagai bagian dari masyarakat adalah melek teknologi dan literasi digital, sementara pemerintah bertugas memperluas akses internet dan memberi pelatihan agar semua orang bisa ikut menikmati peluang digital.

Kuis: Pemberdayaan Masyarakat

3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”

  1. Sebelum uang ditemukan, masyarakat memakai sistem barter, yaitu...

  2. Uang yang dikeluarkan pemerintah berupa logam dan kertas disebut...

  3. Berdasarkan Hukum Engel, makin kecil pendapatan seseorang maka...