IPS · Bab 3 · Materi 5

Interaksi Sosial

Setiap hari kamu selalu bertemu dan berhubungan dengan orang lain, dan dari situlah status serta peran sosialmu terbentuk.

Coba bayangkan hidupmu sehari-hari. Kamu ngobrol dengan teman, meminta izin ke orang tua, atau menyapa tetangga. Semua kegiatan itu adalah bentuk interaksi sosial, yaitu hubungan timbal balik antara manusia satu dengan manusia lain. Nah, dari interaksi sosial inilah muncul yang namanya status sosial dan peran sosial dalam masyarakat.

Status sosial itu ibarat posisi atau kedudukanmu di mata masyarakat. Penting kamu tahu, status di sini bukan berarti gengsi atau prestise seperti yang sering orang maksud dalam obrolan sehari-hari. Semua orang pasti punya status, hanya saja kadarnya berbeda-beda menurut penilaian masyarakat. Contohnya di rumah sakit, ada status dokter, perawat, bagian administrasi, staf kebersihan, dan pasien. Di antara semua posisi itu, dokter dianggap punya kekuasaan dan kehormatan paling besar.

Status sosial dibagi menjadi tiga macam. Pertama, assigned status, yaitu status yang diberikan masyarakat karena seseorang dianggap berjasa. Seperti Ir. Sukarno dan Moh. Hatta yang diberi mandat rakyat untuk memproklamasikan kemerdekaan, sehingga dijuluki Bapak Proklamator. Kedua, achieved status, yaitu status yang diraih lewat usaha sendiri, misalnya menjadi guru, dokter, pengacara, atau pianis seperti Joey Alexander yang meraih nominasi Grammy. Ketiga, ascribed status, yaitu status yang didapat sejak lahir, seperti menjadi anak bangsawan, menjadi laki-laki atau perempuan, menjadi kakak, atau menjadi warga negara Indonesia.

Satu orang bisa punya banyak status sekaligus dalam waktu bersamaan. Bayangkan seorang kepala sekolah. Di sekolah, dia adalah pemimpin yang berhak membuat kebijakan. Di rumah, dia menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab atas anak dan pasangannya. Di lingkungan masyarakat, dia tetap warga biasa yang ikut ronda malam dan kerja bakti. Jadi statusnya berubah-ubah mengikuti tempat dan situasi yang sedang dia hadapi.

Status seseorang juga bisa berubah sepanjang hidupnya. Seorang polisi misalnya, dulu berstatus siswa Akademi Kepolisian, lalu naik menjadi polisi, dan bisa saja mundur untuk mencalonkan diri di jabatan politik. Tapi hati-hati, ada juga orang yang menyalahgunakan statusnya. Contohnya seorang influencer yang memakai ketenarannya hanya untuk mendapat tiket atau makan gratis, bahkan ada yang menjadikannya umpan untuk penipuan.

Kalau status adalah posisinya, peran sosial adalah tingkah laku yang diharapkan dari posisi itu. Seorang kepala sekolah harus datang pagi, memberi arahan dan motivasi ke guru, menghadiri rapat, menandatangani dokumen, sampai menerima tamu. Kadang dua peran bisa bentrok, namanya konflik peran. Misalnya kepala sekolah yang juga seorang ibu, sulit menghadiri wisuda anaknya karena di waktu yang sama dia harus memimpin upacara kelulusan di sekolah. Itulah sebabnya membagi peran itu butuh keseimbangan harapan dari semua pihak.

Kuis: Interaksi Sosial

3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”

  1. Hubungan timbal balik antara manusia satu dengan manusia yang lain, seperti ngobrol dengan teman atau menyapa tetangga, disebut ...

  2. Status sosial yang didapat sejak lahir, seperti menjadi anak bangsawan, menjadi laki-laki atau perempuan, atau menjadi kakak, disebut ...

  3. Peran sosial adalah tingkah laku yang diharapkan dari sebuah posisi. Saat dua peran bertabrakan dalam waktu bersamaan, misalnya kepala sekolah yang juga seorang ibu harus memilih antara menghadiri wisuda anaknya atau memimpin upacara kelulusan di sekolah, kejadian itu disebut ...