IPS · Bab 3 · Materi 4

Ekonomi di Lingkungan Sekitar

Ekonomi itu ternyata dekat banget dengan keseharianmu, bahkan sering tanpa kamu sadari.

Siapa pun yang melakukan kegiatan ekonomi—memproduksi, mengonsumsi, atau mendistribusikan barang dan jasa—bisa disebut pelaku ekonomi. Kamu yang jajan di kantin, orang tua yang belanja di pasar, sampai pedagang gorengan di depan sekolah, semuanya pelaku ekonomi. Pelaku ekonomi dibedakan menjadi empat kelompok: rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen, rumah tangga pemerintahan, dan masyarakat luar negeri.

Rumah tangga konsumen adalah kelompok pelaku ekonomi yang jumlahnya paling banyak, dan kamu sendiri sebenarnya bagian dari kelompok ini karena setiap hari mengonsumsi barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Kelompok ini juga bisa berperan menyediakan faktor produksi, misalnya menyewakan tanah yang dimiliki atau menanamkan uang di perusahaan demi mendapat keuntungan. Sementara itu, rumah tangga produsen bertugas menghasilkan barang dan jasa untuk kebutuhan masyarakat, mulai dari penjual gorengan, warung sembako, sampai pabrik besar, dan bisa milik swasta maupun milik negara.

Pemerintah juga ambil bagian dalam ekonomi lewat rumah tangga pemerintahan. Kantor kelurahan, kecamatan, atau kabupaten yang berbelanja memakai uang negara—mulai dari membeli kertas, membangun jalan, sampai membayar gaji ASN—termasuk kegiatan ini. Pemerintah berperan ganda: menjadi konsumen yang membelanjakan pendapatan negara untuk kepentingan rakyat, sekaligus menjadi produsen lewat BUMN dan BUMD seperti Pertamina yang mengelola minyak dan gas bumi. Ada pula masyarakat luar negeri yang ikut terlibat lewat ekspor dan impor; Indonesia misalnya mengirim udang ke Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris, tapi juga mengimpor besi dan baja dari Cina karena produksi dalam negeri belum mencukupi.

Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, bisa secara langsung tatap muka, bisa juga lewat internet seperti Shopee dan Tokopedia, dan fungsinya ada tiga: menyalurkan barang dari produsen ke konsumen, membentuk harga lewat tawar-menawar, serta promosi supaya dagangan laku. Dilihat dari jenis barangnya, ada pasar barang konsumsi seperti pasar buah dan pasar baju, serta pasar faktor produksi yang memperjualbelikan alam, tenaga kerja, dan modal. Kalau menurut waktu bertemunya, ada pasar kaget yang muncul saat keramaian seperti car free day, pasar harian yang buka setiap hari, pasar mingguan seperti Pasar Kliwon, pasar bulanan, sampai pasar tahunan seperti Pekan Raya Jakarta.

Dari luas jangkauannya, pasar dibagi menjadi empat: pasar lokal yang hanya melayani tempat tertentu seperti Pasar Muntilan, pasar daerah yang mencakup kabupaten atau provinsi seperti Pasar Beringharjo, pasar nasional seperti pasar uang dan pasar modal, serta pasar internasional yang menjangkau seluruh dunia lewat platform seperti Alibaba dan Amazon. Kalau dilihat dari bentuk fisiknya, ada pasar konkret atau nyata, tempat penjual dan pembeli bertemu langsung pada waktu dan tempat yang sama. Ada juga pasar abstrak yang transaksinya tidak langsung, lewat internet atau telepon, seperti toko-toko online di Shopee dan Tokopedia.

Harga adalah jumlah uang yang harus kamu bayar untuk mendapatkan suatu barang atau jasa. Besarnya bisa beda-beda tergantung jenis barang, kualitas, merek, dan tempat pembelian; tas yang sama bisa dihargai Rp100.000 di pasar tapi Rp400.000 di mal. Faktor ketersediaan, permintaan, dan biaya produksi juga ikut menentukan, misalnya cabai yang cuma Rp25.000 per kilogram saat panen raya, tapi melonjak sampai Rp150.000 saat gagal panen. Harga yang akhirnya disepakati penjual dan pembeli disebut harga keseimbangan atau harga pasar, dan memahaminya membantumu mengelola uang dengan bijak, membandingkan pilihan, serta memutuskan layak tidaknya sebuah barang dibeli.

Kuis: Ekonomi di Lingkungan Sekitar

3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”

  1. Pelaku ekonomi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu ...

  2. Kalau dilihat dari waktu bertemunya, pasar yang muncul saat ada keramaian seperti car free day disebut ...

  3. Harga yang akhirnya disepakati oleh penjual dan pembeli disebut ...