IPS · Bab 1 · Materi 2

Konektivitas Antarruang

Kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa sayur dari dataran tinggi bisa sampai ke mejamu padahal kamu tinggal di kota? Jawabannya ada di konsep konektivitas antarruang.

Setiap tempat di bumi itu unik, punya potensi sumber daya dan kebutuhan yang berbeda-beda. Ada wilayah yang kaya hasil laut, ada pula yang subur untuk pertanian. Perbedaan inilah yang membuat satu wilayah perlu berhubungan dengan wilayah lain supaya kebutuhannya terpenuhi. Hubungan saling memengaruhi antarwilayah inilah yang disebut interaksi.

Salah satu penyebab perbedaan itu adalah bentuk muka bumi. Wilayah pesisir menghasilkan ikan dan hasil laut, sementara dataran tinggi menghasilkan sayur-sayuran. Tapi interaksi tidak terjadi dengan sendirinya, jaringan jalan dan transportasi ikut menentukan apakah barang bisa saling dipertukarkan. Kalau aksesnya bagus, pertukaran barang antarwilayah jadi lancar.

Edward Ullman, seorang ahli geografi, menyebut ada tiga faktor utama yang membuat interaksi antarwilayah terjadi. Faktor pertama adalah wilayah yang saling melengkapi, atau dalam istilah ilmiahnya regional complementarity. Contohnya wilayah A punya kelebihan sumber daya X tapi kekurangan Y, sementara wilayah B justru sebaliknya. Karena saling membutuhkan, keduanya terdorong untuk berinteraksi.

Faktor kedua adalah kesempatan untuk saling berintervensi, atau intervening opportunity. Ini terjadi ketika ada wilayah lain, sebut saja wilayah C, yang bisa memenuhi kebutuhan wilayah A dan B. Akibatnya, interaksi antara A dan B jadi lemah karena kebutuhan mereka sudah tercukupi oleh pihak ketiga.

Faktor ketiga adalah kemudahan pemindahan dalam ruang, atau spatial transfer ability. Pemindahan barang dipengaruhi jarak, biaya, dan kemudahan transportasi. Kalau satu wilayah kekurangan sumber daya tapi bisa memakai sumber daya pengganti yang lain, hubungan antarwilayah itu ikut melemah. Artinya, interaksi hanya kuat kalau pemindahannya murah dan mudah.

Contoh paling dekat adalah interaksi antara desa dan kota. Desa menghasilkan pangan seperti padi, jagung, sayur, dan buah, sedangkan kota menghasilkan barang industri, jasa, dan informasi yang dibutuhkan warga desa. Mata pencaharian warga desa umumnya agraris dan homogen, sementara warga kota bekerja di banyak bidang sehingga heterogen. Contoh nyatanya, Kabupaten Brebes yang terkenal dengan bawang merah dan Kabupaten Wonosobo penghasil kentang saling mengirim hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Kuis: Konektivitas Antarruang

3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”

  1. Setiap wilayah punya potensi dan kebutuhan yang berbeda-beda sehingga perlu berhubungan dengan wilayah lain. Hubungan saling memengaruhi antarwilayah ini disebut ...

  2. Menurut ahli geografi Edward Ullman, ada tiga faktor utama yang membuat interaksi antarwilayah terjadi. Ketiga faktor tersebut adalah ...

  3. Materi menyebut contoh interaksi antarwilayah: Kabupaten Brebes terkenal dengan ... dan Kabupaten Wonosobo penghasil ...