Bab 3 | Kelas 9 | IPS

Mengolah Informasi Peristiwa Penting dengan Metode Penelitian Sejarah

Kamu pernah dengar peristiwa besar seperti pandemi Covid-19 yang mengubah ekonomi dunia? Nah, untuk memahami peristiwa seperti itu, kita butuh cara ilmiah bernama metode penelitian sejarah.

Peristiwa penting bisa terjadi di lingkup lokal, nasional, sampai global, dan semuanya punya dampak bagi kehidupan masyarakat. Pandemi Covid-19 misalnya, memicu banyak perusahaan memberhentikan pegawai sehingga angka pengangguran naik. Peristiwa semacam ini bukan cuma berita sesaat, tapi juga bahan kajian ilmu sejarah yang mengajarkan kita banyak hal. Makanya, kemampuan meneliti sejarah itu penting banget untuk mengolah informasi dari peristiwa-peristiwa besar tersebut.

Metode penelitian sejarah, atau biasa disebut metode historis, adalah cara untuk menggali dan memahami masa lalu secara ilmiah. Menurut Helius Sjamsuddin (2019), metode sejarah pada dasarnya adalah cara untuk mengetahui sejarah itu sendiri. Metode ini punya ciri khas: empiris (berdasarkan bukti yang valid), kritis (peneliti harus analitis terhadap sumber), kronologis (urut sesuai waktu), kausalitas (menjelaskan sebab-akibat), dan interpretatif (menafsirkan secara objektif). Jadi, tidak ada satu pun kesimpulan yang diambil asal-asalan tanpa dasar bukti.

Mengapa penelitian sejarah layak kamu pelajari? Bung Karno pernah berpesan lewat semboyan "Jas Merah", singkatan dari Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Penelitian sejarah melatihmu berpikir kritis, analitis, dan objektif, sekaligus mengajarkan kejujuran saat memverifikasi sumber. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran sejarah, memperkuat nasionalisme, dan memberi pedoman hidup. Hasilnya biasanya diterbitkan sebagai artikel ilmiah atau buku yang memperkaya pengetahuan masyarakat tentang masa lalu bangsanya.

Secara umum, penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo (2013) melewati lima tahap. Tahap pertama adalah pemilihan topik, yaitu memilih peristiwa yang objektif (sumber datanya nyata ada), unik (tidak berulang dengan bentuk sama, seperti Proklamasi Kemerdekaan), dan penting (berpengaruh besar bagi masyarakat). Setelah topik dipilih, barulah masuk tahap kedua, heuristik, yaitu mengumpulkan sumber. Sumber terbagi dua: primer seperti dokumen asli, arsip, prasasti, artefak, atau wawancara pelaku, dan sekunder seperti buku sejarah karya peneliti, artikel ilmiah, atau biografi.

Tahap ketiga adalah verifikasi atau kritik sumber, karena tidak semua data bisa langsung dipercaya. Ada kritik eksternal untuk memeriksa keaslian fisik sumber, misalnya memastikan kertas dan tinta naskah kuno sesuai zamannya, serta kritik internal untuk menilai keabsahan isinya. Barulah masuk tahap keempat, interpretasi, yaitu menafsirkan data yang sudah lolos verifikasi agar menemukan makna. Contohnya, data tentang inflasi tinggi, utang negara membengkak, jutaan PHK, dan konflik di toko-toko tahun 1998, jika dihubungkan secara logis akan mengarah pada kesimpulan terjadinya krisis moneter.

Tahap terakhir adalah historiografi, yaitu penulisan sejarah atau laporan hasil penelitian. Tulisan ini disusun secara kronologis agar urutan waktunya jelas, dalam bentuk narasi sejarah, dan menggunakan bahasa yang sesuai EYD. Lewat kelima tahap ini, kamu bisa mengolah informasi peristiwa penting menjadi cerita sejarah yang utuh dan bisa dipercaya. Jadi, jangan ragu mencoba jadi sejarawan cilik untuk peristiwa di sekitarmu, ya.

Kuis: Mengolah Informasi Peristiwa Penting dengan Metode Penelitian Sejarah

3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”

  1. Langkah pertama dalam metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo adalah ....

  2. Kegiatan mencari dan mengumpulkan sumber-sumber sejarah disebut ....

  3. Tahap penulisan sejarah menjadi kisah yang kronologis disebut ....