Bab 2 | Kelas 9 | IPS

Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat

Kamu pasti sadar kalau cara hidupmu sekarang beda banget sama zaman orang tua atau kakek-nenekmu dulu, dan itulah yang namanya perubahan sosial budaya.

Perubahan sosial budaya adalah proses berubahnya tatanan kehidupan masyarakat, baik di sisi sosial maupun budaya. Masyarakat dan kebudayaan itu saling mengunci: tidak ada masyarakat tanpa budaya, dan budaya pun tidak akan ada kalau tidak ada manusia yang menjalankannya. Jadi perubahan sosial itu sebenarnya bagian dari perubahan budaya secara keseluruhan. Yang berubah bisa macam-macam, mulai dari hubungan antar kelompok, nilai kekeluargaan, kesenian, teknologi, sampai sistem norma yang berlaku.

Kalau dilihat dari waktunya, perubahan terbagi dua. Pertama, perubahan lambat atau evolusi, yaitu perubahan yang berjalan perlahan dan alami tanpa direncanakan, seperti masyarakat Baduy yang tetap memegang adat leluhur dan menolak teknologi modern. Kedua, perubahan cepat atau revolusi, yaitu perubahan besar yang menyangkut hal penting dalam masyarakat, misalnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Revolusi biasanya muncul karena ada rasa tidak puas bersama, ada pemimpin yang dipercaya, dan ada tujuan yang jelas.

Berdasarkan pengaruhnya, ada perubahan kecil dan perubahan besar. Perubahan kecil hanya menyentuh bagian tertentu dan tidak mengguncang sendi-sendi utama masyarakat, contohnya tren potongan rambut, gaya berpakaian, atau kebiasaan membawa tas belanja sendiri demi mengurangi kantong plastik. Sebaliknya, perubahan besar langsung terasa dan mengubah banyak hal, seperti saat masyarakat agraris beringsut ke industrialisasi atau ketika kepadatan penduduk di Pulau Jawa memicu kemacetan, polusi, dan makin mahalnya harga rumah.

Dari sisi perencanaan, ada perubahan yang direncanakan dan yang tidak. Perubahan yang direncanakan dijalankan secara sadar oleh agen perubahan atau agent of change, misalnya pemerintah bersama swasta menyediakan air minum gratis di ruang publik untuk menekan sampah botol plastik. Sedangkan perubahan yang tidak direncanakan datang tiba-tiba di luar kendali siapa pun, seperti pandemi COVID-19 yang memaksa pembelajaran tatap muka beralih ke daring. Meski awalnya kacau, keadaan itu justru mempercepat orang beradaptasi dengan teknologi digital.

Apa saja yang memicu perubahan? Ada faktor dari dalam masyarakat, seperti bertambah atau berkurangnya penduduk yang mendorong orang pindah ke kota, lahirnya penemuan baru karena pendidikan dan insentif seperti hak cipta, konflik akibat beda kepentingan, sampai pemberontakan atau revolusi seperti Revolusi Bolshevik di Rusia 1917. Ada juga faktor dari luar, misalnya bencana alam seperti gempa dan tsunami Palu 2018, peperangan yang menghancurkan struktur sosial, serta pengaruh budaya asing lewat globalisasi yang menggeser gaya hidup generasi muda.

Namun tidak semua perubahan berjalan mulus, karena ada penghambatnya. Masyarakat yang jarang berhubungan dengan dunia luar, pendidikan yang tertinggal, sikap konservatif yang mati-matian mempertahankan tradisi, dan kelompok yang diuntungkan sistem lama biasanya paling kuat menolak perubahan. Ditambah rasa takut pada hal baru yang dianggap meniru penjajah, kekhawatiran perubahan akan memicu kekacauan, serta anggapan bahwa adat itu sakral dan tidak boleh dilanggar, semuanya bikin proses perubahan jadi lambat atau bahkan berhenti.

Kuis: Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat

3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”

  1. Perubahan sosial yang berlangsung lambat dalam waktu lama disebut ....

  2. Berikut ini yang termasuk faktor penyebab perubahan sosial dari dalam masyarakat adalah ....

  3. Sikap masyarakat yang terlalu memegang tradisi dan menolak perubahan merupakan faktor ....