IPS Kelas 8 · Bab 4 · Materi D

Integrasi Sosial

Pernah nggak kamu kepikiran, kok masyarakat Indonesia yang serba beda ini bisa hidup rukun berdampingan? Jawabannya ada di konsep integrasi sosial.

Kekayaan alam suatu daerah bikin orang dari luar wilayah atau pulau tertarik datang, salah satunya karena alasan ekonomi. Warga lokal dan pendatang akhirnya sering bertemu dan saling berinteraksi. Dari interaksi itulah integrasi sosial lahir. Integrasi sosial adalah pembauran antara unsur masyarakat yang berbeda dengan saling menjaga dan memelihara, sampai akhirnya tercipta kedamaian.

Contoh integrasi sosial yang paling populer di Indonesia adalah gotong royong. Di Sulawesi Selatan ada bentuk unik bernama marakka bola, yaitu warga yang membantu tetangga pindah rumah dengan cara mengangkat rumahnya. Mereka melakukannya secara sukarela tanpa memandang perbedaan yang ada.

Menurut William dan Nimkoff, ada tiga syarat agar integrasi sosial bisa terjadi. Pertama, anggota masyarakat merasa berhasil saling mengisi kebutuhan satu sama lain. Kedua, masyarakat mencapai kesepakatan bersama tentang norma dan nilai sosial. Ketiga, norma dan nilai itu berlaku konsisten di tengah masyarakat.

Cepat atau lambatnya integrasi sosial dipengaruhi beberapa faktor. Kelompok yang homogen atau seragam lebih cepat menyatu, sedangkan kelompok heterogen butuh waktu lebih lama. Makin besar kelompoknya, makin banyak nilai dan karakter yang harus disesuaikan. Mobilitas geografis yang tinggi dan komunikasi yang efektif juga mempercepat proses integrasi.

Ada tiga macam integrasi sosial dalam masyarakat. Integrasi normatif dipersatukan oleh norma dan nilai, contohnya Bhinneka Tunggal Ika yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Integrasi fungsional terbentuk dari fungsi tiap anggota, seperti masyarakat Bugis yang dikenal suka melaut. Integrasi koersif lahir dari paksaan, misalnya undang-undang yang mewajibkan setiap orang menghargai hak asasi orang lain demi suasana yang kondusif.

Proses integrasi berjalan lewat akulturasi dan asimilasi. Akulturasi menerima budaya baru tanpa meninggalkan budaya asli, contohnya Masjid Menara Kudus yang memadukan unsur Hindu dan Islam. Asimilasi melebur dua budaya menjadi budaya baru, seperti pernikahan antara orang-orang berbudaya berbeda. Proses ini juga didorong toleransi, mobilitas, komunikasi, dan perdagangan antarwilayah — bahkan rendang yang kita kenal sekarang lahir dari interaksi pedagang India dan Timur Tengah di pesisir Sumatra.

Kuis: Integrasi Sosial

3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”

  1. Pembauran antara unsur masyarakat yang berbeda dengan saling menjaga dan memelihara sampai akhirnya tercipta kedamaian disebut ....

  2. Menurut William dan Nimkoff, salah satu syarat agar integrasi sosial dapat terjadi adalah ....

  3. Integrasi sosial yang terbentuk dari fungsi tiap anggota masyarakat, seperti masyarakat Bugis yang dikenal suka melaut, disebut integrasi ....