Aktivitas Manusia Beradaptasi dengan Dampak Perubahan Iklim
Pernah tidak kamu bertanya, kenapa cuaca akhir-akhir ini terasa makin panas dan hujannya makin deras?
Itu semua ada kaitannya dengan perubahan iklim. Coba perhatikan kebiasaan kecilmu di rumah, seperti mematikan lampu saat ruangan kosong atau mencabut pengisi daya yang tidak dipakai. Kebiasaan hemat listrik seperti itu sebenarnya sudah menjadi bagian dari upaya menjaga bumi.
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, perubahan iklim adalah berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi, terutama suhu dan pola curah hujan, yang berdampak luas pada kehidupan manusia. Di Indonesia, tanda-tandanya sudah terlihat sejak tahun 1960-an. Suhu udara naik sekitar 0,59 derajat Celsius, permukaan air laut naik 0,8 milimeter per tahun, dan pola hujan makin tidak menentu.
Banyak hal yang memicu perubahan ini. Gas rumah kaca muncul dari kegiatan industri, pembakaran bahan bakar fosil, pupuk kimia dosis tinggi, dan peternakan skala besar. Penebangan hutan, letusan gunung berapi, serta penggunaan CFC pada lemari es dan pendingin ruangan juga ikut memperburuk keadaan.
Akibatnya, berbagai bencana mulai sering terjadi. Suhu bumi naik 1,48 derajat Celsius sejak Revolusi Industri sehingga memicu cuaca ekstrem, badai, banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan. Kekeringan pun melanda sehingga air bersih sulit didapat, harga pangan naik, dan lahan pertanian gagal panen.
Wilayah pesisir juga tidak luput dari dampaknya. Air laut yang makin hangat membuat es di kutub mencair, permukaan laut naik, dan banjir rob sering terjadi, misalnya di pesisir Sumatra, Jawa, hingga Sulawesi. Perubahan iklim juga mengancam hewan dan tumbuhan, memicu pemutihan karang, menyebarkan penyakit, bahkan memaksa penduduk pesisir seperti di Demak dan Pekalongan pindah dari rumahnya.
Kabar baiknya, manusia bisa beradaptasi. Kamu bisa menanam pohon, membuat biopori dan sumur resapan, mengolah sampah organik menjadi kompos, memanen air hujan, menanam apotek hidup, serta membiasakan hidup bersih dan sehat. Masyarakat Jawa Tengah bahkan punya kearifan lokal bernama padi walik jerami untuk menyelamatkan sawah dari kekeringan. Langkah kecil dari rumahmu tetap berarti untuk bumi.
Kuis: Aktivitas Manusia Beradaptasi dengan Dampak Perubahan Iklim
3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, perubahan iklim adalah …
Banyak kegiatan manusia yang memicu munculnya gas rumah kaca. Contoh kegiatan tersebut adalah …
Salah satu cara manusia beradaptasi terhadap perubahan iklim adalah …