Manusia, Ruang, dan Waktu
Setiap peristiwa sejarah selalu punya tiga unsur yang tidak bisa dipisahkan: manusia, ruang, dan waktu.
Sebuah peristiwa sejarah pasti melibatkan manusia sebagai pelakunya. Peristiwa itu juga terjadi di suatu tempat tertentu, dan waktu menjelaskan kapan kejadiannya berlangsung. Ketiganya saling terikat dan tidak bisa berdiri sendiri. Tanpa salah satu unsur itu, sebuah peristiwa belum bisa disebut sejarah.
Ruang adalah tempat terjadinya peristiwa dan menjadi bukti sejarah yang nyata. Contohnya, ledakan dan longsoran sampah di TPA Leuwigajah pada 21 Februari 2005 yang menjadi latar belakang Hari Peduli Sampah Nasional. Ruang dari peristiwa itu adalah TPA Leuwigajah itu sendiri.
Waktu berkaitan dengan kapan peristiwa terjadi dan menjelaskan kronologinya. Menurut sejarawan Kuntowijoyo, konsep waktu meliputi perkembangan, keberlanjutan, pengulangan, dan perubahan. Manusia sendiri adalah tokoh atau subjek yang membuat pengalaman menjadi sejarah. Manusia dan sejarah adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Sejarah sering disebut ilmu tentang perubahan karena tidak ada dua peristiwa yang persis sama. Perubahan mencakup cara hidup manusia di bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Meski begitu, keberlanjutan juga bagian penting dari sejarah. Masa lalu selalu memengaruhi apa yang terjadi hari ini, misalnya wilayah yang dulu bebas banjir kini bisa menjadi langganan banjir karena perubahan di masa lampau.
Waktu dalam sejarah terbagi menjadi tiga: masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Masa lalu adalah peristiwa yang sudah terjadi, masa kini sedang kita jalani, dan masa datang adalah gambaran yang akan terjadi. Peristiwa masa lalu bisa menjadi pedoman hidup, sehingga sejarah bersifat berkesinambungan dan saling memengaruhi antarwaktu.
Perkembangan terlihat ketika sesuatu berubah dari sederhana menjadi kompleks, seperti demokrasi di Amerika yang tumbuh mengikuti perkembangan kota. Pengulangan terjadi saat peristiwa lama muncul lagi, contohnya mobil listrik yang gagal pada 1898 kini dianggap inovasi ramah lingkungan. Perubahan besar yang cepat biasanya datang dari pengaruh luar, seperti gerakan nasionalisme Indonesia yang dipengaruhi gerakan romantik di Eropa. Karena itulah, sejarawan Sartono Kartodirdjo mengingatkan bahwa orang yang lupa masa lampaunya akan kehilangan jati dirinya.
Kuis: Manusia, Ruang, dan Waktu
3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”
Setiap peristiwa sejarah pasti memiliki tiga unsur yang tidak bisa dipisahkan, yaitu ....
Menurut sejarawan Kuntowijoyo, konsep waktu dalam sejarah meliputi ....
Sejarawan yang mengingatkan bahwa orang yang lupa masa lampaunya akan kehilangan jati dirinya adalah ....