Majas Metafora, Simile, dan Repetisi
Puisi menjadi indah karena majas. Tiga majas yang sering muncul dalam puisi: metafora, simile, dan repetisi.
Metafora adalah majas yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata pembanding. Contohnya 'hidup ini adalah perjalanan'. Metafora membandingkan hidup dengan perjalanan secara langsung.
Simile adalah majas yang membandingkan dua hal dengan memakai kata pembanding seperti 'seperti', 'bagai', atau 'laksana'. Contohnya 'wajahnya bersinar seperti rembulan'. Simile lebih eksplisit daripada metafora.
Repetisi adalah majas yang mengulang kata atau frasa untuk memberikan penekanan. Contohnya 'kau datang, kau pergi, kau kembali'. Pengulangan ini menciptakan irama dan menegaskan makna.
Ketiga majas ini sering dipakai penyair untuk memperindah puisinya. Metafora dan simile menciptakan gambaran yang hidup, repetisi menciptakan irama dan penekanan.
Untuk mengenali majas, perhatikan bahasa kiasan dalam puisi. Kalau ada perbandingan langsung tanpa kata pembanding, itu metafora. Kalau ada kata 'seperti' atau 'bagai', itu simile. Kalau ada pengulangan, itu repetisi.
Dengan mengenali majas, kamu bisa lebih menikmati keindahan puisi. Kamu juga bisa memakainya saat menulis puisi sendiri untuk membuat karyamu lebih hidup.
Kuis: Majas Metafora, Simile, dan Repetisi
3 soal · pilih jawaban, lalu klik “Periksa Jawaban”
Soal 1
Majas yang membandingkan dua hal langsung tanpa kata pembanding disebut ...
Soal 2
Kalimat 'wajahnya bersinar seperti rembulan' menggunakan majas ...
Soal 3
Pengulangan kata dalam puisi untuk penekanan disebut ...