Merangkum Buku
Selesai membaca buku tebal, kamu mungkin lupa isinya. Solusinya satu: rangkum! Merangkum membantu mengunci pemahamanmu.
Merangkum berarti menulis kembali isi bacaan dengan kata-kata sendiri secara ringkas. Rangkuman bukan salinan kalimat dari buku, melainkan inti sari yang ditulis ulang. Kemampuan ini sangat berguna untuk belajar.
Sebelum merangkum, bacalah buku atau bacaan dengan saksama. Pahami alur cerita atau informasi utamanya. Kamu bisa membaca dua kali: sekali untuk memahami, sekali lagi untuk mencatat hal penting.
Saat membaca, tandai ide pokok setiap bagian. Ide pokok adalah gagasan utama yang menjadi inti sebuah paragraf atau bab. Dari ide pokok inilah rangkumanmu akan disusun.
Setelah menandai, susun ide-ide pokok itu menjadi tulisan yang runtut. Gunakan kalimatmu sendiri, bukan kalimat buku. Rangkuman yang baik tetap menjaga urutan cerita atau informasi aslinya.
Panjang rangkuman biasanya jauh lebih pendek dari bacaan aslinya. Tapi rangkuman harus tetap lengkap dan tidak menghilangkan informasi penting. Tujuannya, pembaca rangkuman bisa memahami isi buku tanpa membaca bukunya.
Merangkum juga melatihmu memilah informasi penting dan tidak penting. Semakin sering berlatih, semakin tajam kemampuanmu menangkap inti sebuah bacaan. Itu keterampilan yang berguna seumur hidup.