Awalan meN- dan Penulisan Kata
Kenapa 'memasak' tetap 'memasak', tapi 'mengajar' berubah dari 'ngajar'? Ada aturan seru di balik awalan meN-.
Awalan meN- adalah salah satu awalan paling sering dipakai dalam bahasa Indonesia. Bentuknya berubah-ubah tergantung huruf awal kata dasarnya. Perubahan itu terjadi supaya kata lebih mudah diucapkan.
Ada aturan khusus untuk kata dasar yang diawali huruf k, p, t, dan s. Huruf-huruf itu bisa luluh atau hilang ketika mendapat awalan meN-. Contohnya 'kupas' menjadi 'mengupas', 'pilih' menjadi 'memilih', 'tulis' menjadi 'menulis', dan 'sapu' menjadi 'menyapu'. Huruf k, p, t, s-nya hilang diganti oleh bunyi nasal.
Tapi ingat, tidak semua kata berawalan k, p, t, s luluh. Ada pengecualian. Awalan meN- juga bisa berubah menjadi me-, mem-, men-, meng-, atau meny- tergantung huruf awalnya. Kata 'lihat' menjadi 'melihat', 'baca' menjadi 'membaca', 'dengar' menjadi 'mendengar', 'gambar' menjadi 'menggambar', dan 'nyanyi' menjadi 'menyanyi'.
Penulisan kata berawalan meN- perlu diperhatikan supaya tidak salah. Kesalahan yang sering terjadi adalah menulis kata dasar dan awalan secara terpisah. Padahal dalam bahasa Indonesia, awalan meN- harus ditulis serangkai dengan kata dasarnya.
Kesalahan lain yang umum adalah mengganti huruf luluh dengan huruf yang salah. Misalnya menulis 'mengupas' padahal seharusnya 'mengupas' — tunggu, contoh yang benar adalah kata 'pukul' menjadi 'memukul', bukan 'mengukul'. Pahami pola luluhnya dengan berlatih.
Latihan terbaik adalah membaca banyak teks sambil memperhatikan kata-kata berawalan meN-. Semakin sering kamu melihat contoh, semakin hafal kamu dengan polanya. Nanti saat menulis teks deskripsi, kamu tidak akan bingung lagi memilih bentuk awalan yang benar.